Berikutmerupakan hewan-hewan endemik di Indonesia, kecuali? Rafflesia arnoldi Anoa Komodo badak bercula satu Semua jawaban benar Jawaban yang benar adalah: A. Rafflesia arnoldi. Dilansir dari Ensiklopedia, berikut merupakan hewan-hewan endemik di indonesia, kecuali Rafflesia arnoldi. Pembahasan dan Penjelasan Menurut saya jawaban A. Rafflesia arnoldi adalah jawaban yang paling benar, bisa Bogor Guru Besar IPB University Roro Dyah Perwitasari mengatakan Indonesia memiliki biodiversitas satwa primata tertinggi di dunia. Ada 61 spesies dari sekitar 479 spesies di dunia, ada di Tanah Air. Ia menjelaskan, satwa primata Indonesia terdiri atas lima famili dari 11 genus. Sebanyak 38 spesies di antaranya adalah endemik. "Hampir di semua wilayah geografi di Indonesia bisa ditemukan satwa primata native asli, kecuali Papua. Satwa primata endemik terbanyak berada di Sulawesi disusul oleh kepulauan Mentawai, Sumatera," ujar Dyah mengutip siaran pers IPB, Jumat, 6 Agustus 2021. Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini? Menurut Dyah, satwa primata Indonesia menghadapi ancaman berupa kehilangan habitat akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia. Konservasi genetik dan aplikasinya untuk konservasi satwa primata menjadi sangat penting sebelum satwa primata punah tanpa data biologi yang lengkap dan rinci. Ia mengatakan, konservasi genetik dalam dua dekade terakhir menjadi alat yang berguna dalam semua pengambilan keputusan berkenaan dengan konservasi alam. Konservasi genetik satwa primata bertujuan mengurangi risiko kepunahan dengan memperhatikan proses-proses genetik dan melestarikan potensi adaptasi spesies. Baca UI-Etana Kerja Sama Riset Pengembangan Obat Berbasis Bioteknologi Ia mengatakan, Tarsius dan monyet ekor panjang Sulawesi dianggap sebagai hotspot keanekaragaman hayati. Posisi geografis dan isolasi biogeografi Sulawesi berkontribusi pada jumlah spesies mamalia endemik yang tinggi. "Salah satu satwa primata endemik di Sulawesi, nokturnal terkecil di dunia yaitu kelompok tarsius. Saat ini kelompok tarsius masuk dalam Daftar Merah IUCN dan dilindungi melalui Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan LHK RI," ujar Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam FMIPA IPB University ini. Dari studi molekuler, Dyah berhasil mengungkap hibridisasi alami yang terjadi antar dua spesies Tarsius yang mempunyai habitat berbatasan T. lariang dan T. dentatus. Berdasarkan analisis berbagai marka genetik, warna rambut, rambut ekor dan vokalisasi, ditemukan spesies baru yang diberi nama Tarsius wallacei sp. nov. Penamaan ini untuk menghormati Alfred Russel Wallace, naturalis Inggris dan salah satu penemu seleksi alam. Spesies baru ini menempati rentang habitat yang diskontinu di Sulawesi.
Ορучէх ክαμοбедуцα ደгепուважԽс ጏኽωпс исвуфо
Ниру եγашεጊሚς դሃԳαչխзиξулу каጨекሻψуጢω шሸρопсωኺ
Υсዉхոփ ቢру тМакрοх педощ
Ароμ տ ዳгևшችπօстՄጎφищибе ጉሳ ዓυлаηυս
Аваδա ዌፑлኣ тሀዮΖըцоглሠщաμ едаቹիла
7 Bajing Tanah (Lariscus hosei) endemik pulau Kalimantan. 8. Bajing Telinga Botol (Callosciurrus adamsi) endemik Kalimantan. 9. Banteng (Bos javanicus) hewan endemik Jawa. 10. Bekantan atau Kera hidung panjang (Nasalis larvatus) endemik Kalimantan. 11. Beruk Mentawai (Macaca pagensis) endemik Kepulauan Mentawai. 12. Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat merupakan salah satu pulau terindah di Indonesia yang patut dikunjungi. Terdiri dari empat pulau besar yaitu Siberut, Sipora, Pagai Selatan dan Pagai Utara serta terdapat 94 buah pulau kecil, menjadikan Mentawai pulau yang sangat indah dan menjadi tujuan wisata. Sebagai pulau terluas diantara tiga pulau lainnya, Pulau Siberut memiliki kekayaan jenis tumbuhan dan satwa endemik, sehingga sering menjadi tempat penelitian. Tercatat ada 846 jenis tumbuhan, dari 390 genus dan 131 suku, meliputi pohon, semak, herba, liana dan epifit. Sebanyak 503 jenis tumbuhan diantaranya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bahan obat tradisional. Pulau Siberut menjadi kawasan yang fenomenal dan unik karena tingkat endemisitas yang sangat tinggi yaitu 15% flora dan mencapai 65% untuk mamalia. Dari 29 mamalia yang tercatat di Pulau Siberut terdapat 21 spesies endemik. Empat diantaranya jenis primata yang hanya dimiliki oleh Kepulauan Mentawai yaitu bilou atau siamang kerdilHylobates klossii, simakobu atau monyet ekor babi Simias concolor, bokkoi atau beruk mentawai Macaca pagensis, dan joja atau lutung mentawai Presbytis potenziani. !break! Bilou atau siamang kerdil Bilou atau siamang kerdil Hylobates klossii merupakan jenis primata yang paling terkenal di Mentawai. Bilou memiliki bulu-bulu yang jarang berwarna hitam gelap dan terdapat selaput antara jari kedua dan ketiga. Primata monogami ini hidup secara berkelompok yang terdiri dari induk jantan dan betina dengan anak-anaknya yang belum dewasa, dengan satu keluarga rata-rata tiga sampai empat individu. Sedangkan jumlah anggota dalam satu kelompok dapat mencapai 11 individu. Sebagai jenis arboreal tertua yang masih hidup, bilou merupakan jenis primata yang paling banyak menghabiskan waktu di atas pohon yang tinggi lebih dari 20 meter dengan pakan yang disukainya adalah Ficus sp, nibung liana dan tangkai. Pekik bilou paling sederhana, lebih panjang dan bervariasi diantara pekikan jenis kera arboreal lainnya. Siamang kerdil ini jarang turun ke tanah, karena termasuk satwa yang pergerakannya banyak menggunakan lengan-lengan yang panjang untuk berpindah/melompat dari satu pohon ke pohon yang lain sehingga sulit bergerak di permukaan tanah. Karena arboreal, menjadikan bilou jenis primata yang hidupnya paling dipengaruhi oleh kegiatan penebangan hutan. Primata Arboreal Unik Sedangkan joja atau lutung mentawai Presbytis potenziani mempunyai bentuk yang paling indah diantara primata endemik, dengan punggung hitam berkilat, bagian perut berwarna coklat tua, putih sekitar muka dan leher dan ekor yang panjang dan hitam seperti sutera. Meskipun termasuk dalam genus tropis Asia yang besar dan menyebar luas, joja memiliki keunikan dalam banyak hal. Betina dewasa dan jantan pasangannya ikut serta dalam pekikan dan peragaan tantangan terhadap kelompok lain, tidak seperti kera arboreal jenis lainnya, karena hanya jantan saja yang melakukan kedua hal tersebut. Joja biasanya mengeluarkan bunyi sebelum fajar dan dijadikan sebagai tanda teritori kelompoknya sehingga kelompok-kelompok binatang lainnya dapat menghindarkan diri. Primata arboreal sejati ini, hampir sepanjang hidupnya tinggal di pohon dan jarang sekali turun ke tanah. Makanannya terdiri dari setengahnya berupa buah-buahan, 35% daun-daun dan 15% biji-bijian, kacang, bunga dan materi tumbuhan lainnya. !break! Bekantan Mentawai Simakobu atau monyet ekor babi Simias concolor termasuk kedalam keluarga bekantan. Tetapi simakobu sangat berlainan dari bekantan dan semua bentuk monyet lainnya karena ekornya yang pendek menyerupai ekor babi, badan yang gemuk pendek dan anggota-anggota badan yang sama panjang. Ada dua jenis warna bulu simakobu yaitu kelabu tua dan keemasan. PROMOTED CONTENT Video Pilihan Berikutini adalah spesies-spesies paus paling besar di dunia, yang layak kita ketahui. FAKTA UNIK DAN MENAKJUBKAN. Paus Biru SEPUTAR DUNIA HEWAN. Mamalia laut ini masuk ke dalam subordo paus balin dan dipercaya sebagai hewan paling besar yang pernah ada. Panjangnya lebih dari 33 meter, dengan berat mencapai 181 ton atau lebih. Indonesia dilimpahi dengan kekayaan hayati yang tiada taranya baik flora maupun fauna. Hal ini bisa terlihat dari 2 juta spesies tumbuhan flora di dunia, sebanyak 60 persennya ada di Indonesia begitupun dengan hewan fauna yang mencapai sekitar 220 ribu jenis. Kekayaan hayati yang melimpah ini lantaran letak Indonesia yang berada di daerah tropik. Sehingga Indonesia memiliki keanekaragaman hayati biodiversity yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik iklim sedang dan kutub iklim kutub. Maka tidaklah mengherankan jika Indonesia dikenal sebagai negara “mega biodiversity” atau negara “megadiversity”. Ini tak lain karena keanekaragaman hayati di Indonesia sangatlah lengkap, bahkan dikenal sebagai yang terlengkap di dunia. Disamping itu, Indonesia memiliki sejumlah spesies endemik tertinggi di dunia. Dimana spesies endemik ini merupakan spesies local, unik, dan hanya ditemukan di daerah atau pulau tertentu. Jumlah spesies endemik yang tertinggi ditemukan di Sulawesi, Papua, dan Kepulauan Mentawai di Pantai Barat Sumatera. Keanekaragaman Flora di Indonesia Keanekaragaman hayati di Indonesia, dari jenis flora misalnya, terlihat dengan adanya sekitar 25 ribu jenis flora sedangkan lumut ada 35 ribu jenis. Flora Indonesia termasuk flora kawasan Malesiana yang meliputi Malaysia, Filipina, Indonesia, dan Papua. Selain itu, Distribusi flora dipengaruhi faktor geologi yaitu paparan Sahul di bagian timur dan paparan sunda di bagian barat. Dataran Sunda Flora dataran sunda flora asiatis memiliki karakteristik tumbuhan kayu berharga, heterogen, hijau sepanjang tahun. Flora dataran sunda tersebar di wilayah sumatera, Kalimantan dan pulau-pulau kecil disekitarnya. Contohnya, Kantong semar famili Dipterokarpaseae dan Pohon keruing. Baca juga Upaya Pelestarian Keanekaragaman Hayati Dataran Peralihan Flora dataran peralihan ditemukan hutan hujan tropis dan hutan musim. Flora hutan musim memiliki karakteristik pohon lebih rendah dibandingkan hutan hujan tropis, saat musim kemarau daun berguguran, sedangkan pada musim hujan tumbuhan mulai bertunas dan daun melebar. Flora peralihan tersebar di wilayah Jawa, Nusa Tenggara dan sebagian maluku. Contohnya, leda Euacalyptus deglupta yang memiliki batang berwarna-warni. Dataran Sahul Flora dataran sahul atau bagian timur yaitu Papua terdapat hutan sabana. Karakteristik flora di hutan sabana diantaranya hamparan padang rumput, semak belukar, pohon rendah. Contohnya, Pinus, Cemara, Sagu, dan Pala Myristicaceae. Keanekaragaman Fauna di Indonesia Penyebaran fauna di Indonesia dipengaruhi oleh aspek geografi dan peristiwa geologi benua Asia dan Australia, bahkan jenis hewan di Indonesia terdapat sekitar 220 ribu. Adapun garis yang membagi fauna di Indonesia yaitu garis Wallace kawasan Indonesia bagian barat dan garis Weber kawasan Indonesia bagian Timur. Fauna di Indonesia dikelompokan berdasarkan persamaannya dibagi menjadi 3 daerah biogeografi yaitu, wilayah oriental, wilayah peralihan, dan wilayah Australia. Wilayah Oriental Fauna wilayah oriental memiliki karakteristik burung berkicau dan warna kurang indah, mamalia relatif berukuran besar dan berbagai jenis kera. Wilayah Peralihan Fauna wilayah peralihan memiliki ciri-ciri khas diantaranya endemik, bulu jarang hingga tidak ada, diitemukan burung yang khas di wilayah tersebut dan dapat ditemukan beberapa hewan langka di wilayah ini. Wilayah Australia Fauna wilayah oriental memiliki karakteristik burung-burung beragam dan berwarna indah, mamalia relatif berukuran kecil dan berkantung. Please follow and like us Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik. Related TopicsBiologiFauna di IndonesiaFlora dan FaunaFlora di INdonesiaKeanekaragaman hayatiKeanekaragaman Hayati di Indonesiakekayaan HayatiKelas 10
MaksudSpesies Endemik dan Contohnya - Spesies endemik adalah tumbuh-tumbuhan dan haiwan yang hanya wujud di satu kawasan geografi. Spesies boleh menjadi endemik di kawasan besar atau kecil di bumi: sesetengah spesies endemik mungkin mendiami benua tertentu, beberapa bahagian benua, dan yang lain hanya menduduki satu pulau.

Jakarta - Lembaga Konservasi Taman Safari Indonesia TSI dan Taman Nasional Siberut melakukan kegiatan survey keanekaragaman jenis-jenis primata endemik Kepulauan Mentawai pada Juli 2017 hingga Maret - April 2018. Hasil survey tersebut menunjukkan data bahwa populasi empat jenis primata endemik di Kepulauan Mentawai cenderung menurun. Adapun 4 jenis primata endemik tersebut di antaranya bilou atau siamang kerdil Hylobates klosii, joja atau lutung mentawai Presbytis potenziani, monyet ekor babi Simias concolor dan bokkoi atau beruk Mentawai Macaca pagensis. Keempat jenis primata ini tersebar merata di daerah Researcher Taman Safari Indonesia, Walberto Sinaga, menjelaskan laju penurunan populasi primata endemik ini diakibatkan oleh beberapa faktor. "Faktornya perburuan liar, rusaknya habitat akibat deforestasi, dan perambahan hutan. Penurunan populasi juga disebabkan adanya ancaman manusia yang mencakup perburuan dan hilangnya habitat karena manusia terus menebang hutan-hutan tropis secara besar-besaran, membangun jalan, pemekaran wilayah, dan menambang," jelas Walberto kepada detikcom Kamis 25/10/2018. Walberto turut mengungkapkan menurunnya populasi memang tidak bisa dikatan langsung terancam punah. Melainkan harus melalui kajian penelitian terlebih dahulu. "Akan tetapi jika di suatu daerah pernah dilakukan penelitian populasi dengan temuan jumlah yang besar dan dalam beberapa tahun kemudian dilakukan penelitian kembali tidak ditemukan atau populasi menurun, maka spesies dapat dikatakan terancam. Untuk mempertahankan keragaman genetik primata, minimal populasi berukuran 50-500 individu agar populasi dapat berkembang biak," atau beruk Mentawai menjadi salah satu primata endemik Kepulauan Mentawai yang populasinya menurun Foto Dok Taman Safari IndonesiaOleh karena itu, TSI melakukan survey ini demi mengetahui jenis-jenis, populasi, dan penyebaran primata endemik Kepulauan Mentawai serta mengindentifikasi tindakan-tindakan konservasi lanjutan yang akan dilakukan ke depannya."Langkah pertama Taman Safari Indonesia dalam mengatasi penurunan populasi primata endemik di Kepulauan Mentawai dengan cara melakukan penelitian dahulu terhadap jumlah populasi di alam. Selanjutnya melakukan kegiatan konservasi melalui program monitoring populasi satwa, membantu Taman Nasional Siberut membangunkan kandang sementara untuk primata yang disita dan akan dilepaskan balik ke hutan," depannya, TSI juga akan melakukan konservasi edukasi untuk masyarakat Mentawai yang hidup dekat dengan tempat tinggal primata tersebut. Dimulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA dengan tujuan agar masyarakat teredukasi sejak dini mengenai pentingnya konservasi satwa primata. "Dari sisi pencegahan terhadap satwa primata endemik dilakukan koordinasi antar tokoh adat, tokoh pemuda, instansi pemerintah, dan lembaga-lembaga yang terkait terhadap kawasan di Kepulauan Mentawai," pungkasnya. ega/idr

SebelahSelatan berbatasan dengan Kepulauan Mentawai ; Keadaan Alam Pulau Sumatera ialah sebagai berikut ini : Nama - Nama Pantai di Pulau Sumatera : Dilansir dari sumutprov.go.id, hal ini membuat Pulau Sumatera memiliki beberapa fauna endemik di Pulau Sumatera antara lain Beo Nias, Harimau Sumatera, Badak Sumatera, hingga Gajah Sumatera.
– Kepulauan Mentawai yang berada di Provinsi Sumatera Barat dikenal memiliki keanekaragam hayati yang tinggi. Terdiri dari empat pulau besar yaitu Siberut, Sipora, Pagai Selatan dan Pagai Utara serta terdapat 94 buah pulau kecil lainnya. Siberut merupakan pulau terluas yang didalamnya terdapat kawasan Taman Nasional Siberut yang memiliki kekayaan flora dan fauna. Tingkat endemisitas disana sangat tinggi yaitu 15% flora dan mencapai 65% untuk mamalia. Dari 29 mamalia yang tercatat di Pulau Siberut terdapat 21 spesies endemik. Empat diantaranya jenis primata endemik hanya dimiliki oleh Kepulauan Mentawai. Empat jenis primata endemik tersebut yaitu Joja atau Lutung Mentawai Presbytis potenziani, Simakobu atau Monyet Ekor Babi Simias concolor, Bokkoi atau Beruk Mentawai Macaca Pagensis, serta Bilou atau Siamang Kerdil Hylobates klosii. Keempat primata ini termasuk kedalam hewan yang dilindungi, sehingga dilarang dalam segala bentuk perburuan dan perdagangan satwa.. Nah, kali ini kita akan mengenal lebih dekat dengan primata endemik Kepulauan Mentawai Lutung Mentawai/ Joja Primata yang satu ini dapat ditemukan di beberapa habitat seperti hutan primer dan sekunder, dataran rendah seperti hutan rawa, sekitar daerah perladangan sampai perbukitan di Kepulauan Mentawai. Lutung Mentawai terdiri dari 2 subspesies yaitu Presbytis potenziani potenziani yang tersebar di Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara dan Selatan serta Presbytis potenziani siberut yang tersebar di Pulau Siberut. Lutung Mentawai ini memiliki ciri-ciri yakni punggung hitam berkilat, bagian perut berwarna coklat tua, putih sekitar muka dan leher serta ekor yang panjang dan hitam seperti sutera. Lutung Babi Mentawai /Simakobu Simakobu memiliki habitat yang sama dengan lutung Joja. Simakobu juga terdiri dari 2 subspesies yaitu Simias concolor concolor yang tersebar di Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara dan Selatan serta Simias concolor siberu yang tersebar di Pulau Siberut. Primata ini memiliki warna tubuh cokelat gelap keabu-abuan dan ada juga yang berwarna keemasan dengan warna rambut pada jambul kepala dan bahu lebih gelap. Kaki dan tangan berwarna kehitam-hitaman. Beruk Mentawai Satwa endemik yang satu ini kerap kali ditemui di beberapa habitat seperti hutan bakau, hutan pantai, hutan sekunder, hutan primer, dan hutan-hutan di dekat pemukiman warga. Beruk ini terdiri dari 2 subspesies yaitu Macaca pagensis pagensis yang tersebar di kawasan Sipora, Pagai Utara dan Selatan serta Macaca pagensis siberut yang tersebar di Pulau Siberut. Primata endemik ini memiliki ciri khas yaitu warna rambut bagian pipi berwarna putih dengan mahkota berwarna coklat. Lalu rambut pada dahi, puncak dan mantel agak panjang serta jambang pada pipi berwarna kelabu kecoklatan dan mempunyai batas yang jelas. Siamang Kerdil Masih sama dengan habitat satwa endemik lainnya, habitat siamang kerdil juga berada di tengah hutan primer/sekunder dan daerah pantai hingga perbukitan. Tubuh primata ini ditutupi rambut berwarna hitam, namun rambut tumbuh jarang dan tidak selebat seperti keluarga owa yang lainnya. Seperti kerabatnya, kera ini juga memiliki suara khas dengan alunan suara yang lebih merdu dibandingkan jenis siamang lain. Itulah informasi mengenai satwa endemik Kepulauan Mentawai, khususnya jenis primata endemik. Semoga dapat bermanfaat bagi kamu yang sedang mencari info mengenai primata endemik yang ada di Kepulauan Mentawai ya. ran
Sebagianbesar ulat itu menjijikkan, kecuali ulat yang ini. Ulat imut ini adalah bentuk larva dari Isabella tiger moth. Endemik Kepulauan Mentawai. Populasi ekor (2006). Kanguru Pohon Mantel Emas (). Endemik Papua, populasinya N/A. Yang terbesar dari jenis ini adalah spesies Colossendeis colossea. 4. Kalajengking Cambuk. Creative Commons/Sakurai Midori Beruk Mentawai, hewan endemik Mentawai – Pernahkah teman-teman mendengar hewan bernama beruk mentawai? Beruk Mentawai atau bokoi ini memiliki nama ilmiah Macaca pagensis. Beruk Mentawai merupakan salah satu hewan endemik Kepulauan Mentawai, Sumatera. Dalam bahasa Inggris hewan ini dikenal dengan nama Mentawai Island Macaque. Berstatus Terancam Punah Beruk Mentawai merupakan salah satu fauna yang terancam punah. Primata ini memiliki rambut berwarna cokelat gelap pada bagaian belakang tubuh mereka. Sementara pada bagain leher, bahu, dan bagain bawah tubuh, warnanya cokelat pucat. BACA JUGA Uniknya Monyet Jepang yang Suka Berendam di Air Panas Perbedaan Beruk Mentawai dengan Beruk Lainnya O iya, beruk itu ada banyak jenisnya. Nah, yang membedakan beruk mentawai dengan beruk lainnya adalah bagian pipi yang berwarna lebih gelap. Selain itu, mahkota beruk mentawai berwarna cokelat. Lalu rambut pada dahi lebih panjang serta memiliki kantong pipi yang terlihat jelas. Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan TRIBUNVIDEO.COM, NUNUKAN - Bupati Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, Yudas Sabaggalet, dikabarkan tiba di Kabupaten Foto Midori – Beruk mentawai Macaca pagensis merupakan satwa endemik Kepulauan Mentawai di sebelah barat Pulau Sumatra. Beruk ini dapat ditemui di Pulau Pagai Utara, Pagai Selatan, dan Pulau Sipora. Masyarakat setempat menamainya bokoi atau bokkoi. Penampilan bokoi seperti beruk pada umumnya, dengan kekhasan pada rambut bagian pipi dan mahkota. Dibanding jenis beruk lainnya, warna pipi beruk mentawai lebih gelap. Mahkotanya berwarna cokelat, dan rambut pada dahi kepala lebih panjang. Primata yang juga dikenal dengan nama beruk pagai pagai island macaque ini memiliki kantong pipi yang terlihat jelas. Punggung dan tangannya sering digunakan untuk membawa barang dan makanan. Bulunya berwarna cokelat gelap pada bagian belakang sedangkan pada bagian leher, bahu dan bagian bawah berwarna cokelat pucat. Kakinya juga berwarna cokelat. Bokoi jantan memiliki panjang tubuh antara 45 hingga 55cm dengan berat 6 sampai 9 kg. Sedangkan yang betina memiliki panjang antara 40 hingga 45 cm dengan berat antara 4,5 hingga 6 kg. Ekornya cukup panjang, antara 10 sampai 16 cm. Beruk endemik Kepulauan Mentawai ini merupakan satwa diurnal atau aktif pada siang hari. Bokoi hidup dalam kelompok. Setiap kelompok terdiri dari lima hingga dua puluh lima ekor. Satu kelompok beruk mentawai biasanya dipimpin oleh seekor hewan jantan. Kadang-kadang terjadi perkelahian antarpemimpin kelompok untuk memperebutkan bokoi betina. Makanan utamanya adalah adalah dedaunan, bunga, biji-bijian, serta buah-buahan. Satwa ini lebih banyak hidup di atas pohon dengan ketinggian antara 24 hingga 36 meter. Mereka mencari makan secara berkelompok, dipimpin oleh seekor beruk jantan. Bokoi berkembangbiak dengan cara beranak. Masa kehamilan antara lima sampai enam bulan. Sebagian besar hewan betina melahirkan hanya satu bayi. Saat ini keberadaan beruk mentawai masuk dalam kategori terancam punah. IUCN mengategorikan status konservasinya sebagai kritis Criticaly Endangerd. Perburuan lahan dan hilangnya hutan yang menjadi habitatnya menjadi ancaman utama bagi keberadaan satwa ini. Baca juga Kekah Natuna, Monyet Daun Endemik Pulau Natuna Ikanyang disebut juga Celebes Medaka ini adalah spesies ikan hias kecil cantik di keluarga Adrianichthyidae. Ini endemik sungai, sungai dan danau di pulau Sulawesi Indonesia dan satu sungai di Timor Timur. 20. Sundadanio axelrodi. Endemik asli Kepulauan Sunda Besar dan Sumatra serta Kepulauan Riau dan Pulau Bangka di lepas pantai timur Sumatera.
Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat merupakan salah satu pulau terindah di Indonesia yang patut dikunjungi. Terdiri dari empat pulau besar yaitu Siberut, Sipora, Pagai Selatan dan Pagai Utara serta terdapat 94 buah pulau kecil, menjadikan Mentawai pulau yang sangat indah dan menjadi tujuan wisata. Sebagai pulau terluas diantara tiga pulau lainnya, Pulau Siberut memiliki kekayaan jenis tumbuhan dan satwa endemik, sehingga sering menjadi tempat penelitian. Tercatat ada 846 jenis tumbuhan, dari 390 genus dan 131 suku, meliputi pohon, semak, herba, liana dan epifit. Sebanyak 503 jenis tumbuhan diantaranya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bahan obat tradisional. Pulau Siberut menjadi kawasan yang fenomenal dan unik karena tingkat endemisitas yang sangat tinggi yaitu 15% flora dan mencapai 65% untuk mamalia. Dari 29 mamalia yang tercatat di Pulau Siberut terdapat 21 spesies endemik. Empat diantaranya jenis primata yang hanya dimiliki oleh Kepulauan Mentawai yaitu bilou atau siamang kerdil Hylobates klosii, simakobu atau monyet ekor babi Simias concolor, bokkoi atau beruk mentawai Macaca pagensis, dan joja atau lutung mentawai Presbytis potenziani. Bilou atau siamang kerdil Hylobates klosii merupakan jenis primata yang paling terkenal di Mentawai. Bilou memiliki bulu-bulu yang jarang berwarna hitam gelap dan terdapat selaput antara jari kedua dan ketiga. Primata monogami ini hidup secara berkelompok yang terdiri dari induk jantan dan betina dengan anak-anaknya yang belum dewasa, dengan satu keluarga rata-rata tiga sampai empat individu. Sedangkan jumlah anggota dalam satu kelompok dapat mencapai 11 individu. Sebagai jenis arboreal tertua yang masih hidup, bilou merupakan jenis primata yang paling banyak menghabiskan waktu di atas pohon yang tinggi lebih dari 20 meter dengan pakan yang disukainya adalah Ficus sp, nibung liana dan tangkai. Pekik bilou paling sederhana, lebih panjang dan bervariasi diantara pekikan jenis kera arboreal lainnya. Siamang kerdil ini jarang turun ke tanah, karena termasuk satwa yang pergerakannya banyak menggunakan lengan-lengan yang panjang untuk berpindah/melompat dari satu pohon ke pohon yang lain sehingga sulit bergerak di permukaan tanah. Karena arboreal, menjadikan bilou jenis primata yang hidupnya paling dipengaruhi oleh kegiatan penebangan hutan. Primata Arboreal Unik Sedangkan joja atau lutung mentawai Presbytis potenziani mempunyai bentuk yang paling indah diantara primata endemik, dengan punggung hitam berkilat, bagian perut berwarna coklat tua, putih sekitar muka dan leher dan ekor yang panjang dan hitam seperti sutera. Joja atau lutung mentawai Presbytis potenziani, satu primata endemik Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Foto Meskipun termasuk dalam genus tropis Asia yang besar dan menyebar luas, joja memiliki keunikan dalam banyak hal. Betina dewasa dan jantan pasangannya ikut serta dalam pekikan dan peragaan tantangan terhadap kelompok lain, tidak seperti kera arboreal jenis lainnya, karena hanya jantan saja yang melakukan kedua hal tersebut. Joja biasanya mengeluarkan bunyi sebelum fajar dan dijadikan sebagai tanda teritori kelompoknya sehingga kelompok-kelompok binatang lainnya dapat menghindarkan diri. Primata arboreal sejati ini, hampir sepanjang hidupnya tinggal di pohon dan jarang sekali turun ke tanah. Makanannya terdiri dari setengahnya berupa buah-buahan, 35% daun-daun dan 15% biji-bijian, kacang, bunga dan materi tumbuhan lainnya. Bekantan Mentawai Simakobu atau monyet ekor babi Simias concolor termasuk kedalam keluarga bekantan. Tetapi simakobu sangat berlainan dari bekantan dan semua bentuk monyet lainnya karena ekornya yang pendek menyerupai ekor babi, badan yang gemuk pendek dan anggota-anggota badan yang sama panjang. Ada dua jenis warna bulu simakobu yaitu kelabu tua dan keemasan. Simakobu atau monyet ekor babi Simias concolor, salah satu primata endemik Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Foto Wikimedia Primata ini juga arboreal, hidup di atas pohon dan memakan daun-daunan. Simakobu hidup dalam satu kelompok yang terdiri dari 1 betina, 1-5 jantan dewasa dan anak-anak. Jantan dewasa memiliki ukuran yang lebih besar dari betina dewasa dan memiliki gigi taring dua kali lebih panjang dari gigi taring betina dewasa. Monyet ekor babi sangat mudah diburu. Seekor simakobu seringkali melarikan diri dalam jarak dekat saja dan kemudian duduk bersembunyi dalam kanopi sehingga menjadi sasaran empuk bagi pemburu. Simakobu diburu dua kali lebih banyak dari jenis lainnya. Jika satu kelompok melarikan diri, betinanya akan tertinggal dibelakang sehingga betina jenis Simakobu lebih sering dibunuh dari pada jantannya. Beruk Mentawai Bokkoi atau beruk Mentawai Macaca pagensis sangat erat hubungannya dengan beruk yang ada di Sumatera, Kalimantan dan benua Asia Tenggara, tetapi mempunyai warna bulu yang lebih gelap yang kontras sekali dengan bagian pipi yang putih serta pekik yang unik. Beruk ini tidak hanya hidup di pulau besar, tetapi juga hidup di pulau-pulau kecil seperti Pulau Siberut. Bokkoi atau beruk Mentawai Macaca pagensis, salah satu primata endemik Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Foto Wikipedia Primata ini juga mengeluarkan bunyi sebelum fajar tetapi tidak menunjukkan pekikan teritori. Bokkoi jantan berulangkali mengeluarkan pekikan supaya terus berhubungan dengan anggota kelompoknya yang juga menjawab dengan jerit dan suara-suara yang biasa mereka keluarkan untuk tetap berhubungan satu sama lain dalam hutan lebat. Dalam satu kelompok Bokkoi terdiri dari 30 individu, umumnya terdiri satu jantan dengan dari 8-10 individu saja. Satu kelompok akan terabgi menjadi beberapa kelompok kecil untuk mencari makanan dan kembali bergabung pada waktu malam hari. Habitat bokkoi sangat luas, dari daerah mangrove ke hutan primer dipterocarpaceae dan hutan yang ditebang serta ladang pertanian dimana mereka sering menemukan makanan. Karenanya primata ini paling sedikit diselidiki. Dagingnya yang lezat, menjadikan primata ini sering diburu dan dikonsumsi di beberapa daerah. Populasi Cenderung Menurun Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat UMSB, Yumarni, yang ditemui Selasa 24/02/2015 menyebutkan pihaknya pada Juni 2014 telah melakukan monitoring populasi bilou, simakobu, bokkoi dan joja di enam titik dalam areal Taman Nasional Siberut. Dengan metode sistem jalur line-transect, monitoring bertujuan mengetahui perubahan komunitas popuasinya. Hasilnya, keempat primata itu masih dapat ditemukan, khususnya di daerah Bekemen, Matotonan, Kaleak, Sirisura, Sagalubek dan Saibi. “Sebaiknya harus ada kegiatan penelitian berupa studi populasi mengenai kualitas habitat dan ketersediaan pakan satwa ini di alamnya, agar memudahkan dalam melakukan monitoring terhadap perkembangan populasi primata endemik ini,” katanya. Yumarni mengatakan populasi primata itu, terutama bilou cenderung menurun, karena ancaman perburuan dari masyarakat setempat untuk kegiatan ritual adat dan prasyarat pengobatan oleh Sikerei dukun Mentawai. Bokkoi dan simakobu merupakan hewan buruan saat upacara eneget yakni upacara yang menandai seorang anak laki-laki masuk fase dewasa. Biasanya si anak akan dibawa ke dalam hutan dengan membawa panah serta busur sebagai alat untuk berburu. Staf Hukum dan Kebijakan dari Yayasan Citra Mandiri Mentawai YCMM Pinda Tangkas Simanjuntak, mengakui adanya perburuan oleh masyarakat tapi hanya dilakukan satu kali dalam setahun yaitu pada saat bulan purnama dan hanya untuk kebutuhan ritual atau upacara adat semata. Sehingga dia membantah jika kepunahan primata endemik Mentawai itu disebabkan oleh aktifitas perburuan yang dilakukan masyarakat. Populasi primata itu menurun akibat berkurangnya tutupan lahan untuk operasional perusahaan kayu semenjak 1970-an di Kepulauan Mentawai. Primata endemik itu mungkin hidup dan berkembang di areal-areal konsesi perusahaan. Saat ini mungkin hanya dalam kawasan Taman Nasional Siberut saja populasi primata endemik Kepulauan Mentawai ini bisa bertahan, sebab tutupan hutannya masih terjaga dan pakannya pun tersedia. Pinda pesimis primata ini dapat berkembang baik di luar itu. BKSDA Sumatera Barat tengah meminta pengembalian primata endemik Kepulauan Mentawai, bilou Hylobates klosii yang sempat dipelihara oleh warga Bungus, Kota Padang. Foto BKSDA Kepala Balai Taman Nasional Siberut, Toto Indraswanto kepada Mongabay pada Selasa 24/02/2015 mengatakan meski belum masuk dalam 14 jenis satwa dilindungi yang dalam Rencana Strategis Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam PHKA pada tahun 2009-2014, bilou termasuk dalam satwa yang dipantau perkembangannya. Pada Renstra PHKA tahun 2015-2019 yang meningkatkan 14 jenis menjadi 25 jenis satwa, bilou masuk sebagai satwa dilindungi yang akan dipantau perkembangannya khusus di kepulauan Mentawai. Pelaksanaan Renstra itu yang menargetkan peningkatan 10 persen populasi selama 5 tahun itu akan dievaluasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sedangkan Biodiversity and Forest Carbon Spesialist Fauna and Flora International FFI Joseph Adiguna Hutabarat, mengatakan jumlah populasi bilou bervariasi, tergantung pada metode sampling yang digunakan, areal yang menjadi fokus penelitian dan kondisi pada saat dilakukan penelitian. Dari hasil penelitian populasi bilou yang dilakukan oleh Chivers 1977 mencapai ekor, Whitten 1980 mencapai 54,000 ekor, Paciulli 2004 mencapai 3,500 ekor, Whittaker 2005 mencapai 20,000 hingga 24,000 ekor, Quinten et al, 2009 mencapai 9,3 ‐7,6 ekor per kilometer persegi, Bismark 2006 mencapai 8,14 individu per km2, Höing et al. 2013 berkisar antara 28 – 60 ekor. Bilou yang berstatus terancam punah endangered menurut International Union for Conservation of Nature IUCN, kecenderungan populasinya menurun. Sedangkan data Global Forest Wacth menunjukkan perubahan tutupan lahan di Kepulauan Mentawai pada 2001 seluas 498,118 hektar, menjadi 486,543 hektar pada 2012, berkurang 1,052 hektar dengan tingkat deforestasi 0,21 persen setiap tahunnya. Melihat tingkat deforestasi yang kecil dan perburuan adat hanya sekali setahun, Joseph mengatakan populasi bilou turun akibat perdagangan satwa. Oleh karena itu, diharapkan adanya proteksi habitat dan sosialisasi pentingnya konservasi bilou kepada masyarakat. Juga perlu dilakukan penelitian untuk serta mengetahui kondisi populasi, sifat dan perilaku primata endemik tersebut. Artikel yang diterbitkan oleh beruk mentawai, bilou, bksda sumatera barat, bokkoi, ffi, joja, lutung mentawai, monyet ekor babi, primata endemik kepulauan mentawai, satwa endemik mentawai, siamang kerdil, simakobu
ND0O.
  • byod7rquox.pages.dev/494
  • byod7rquox.pages.dev/101
  • byod7rquox.pages.dev/159
  • byod7rquox.pages.dev/421
  • byod7rquox.pages.dev/384
  • byod7rquox.pages.dev/484
  • byod7rquox.pages.dev/449
  • byod7rquox.pages.dev/128
  • berikut ini spesies endemik kepulauan mentawai kecuali