Tuhan 4.1.4. Menuliskan pandangan sendiri tentang sikap yang patut diteladani dari tokoh-tokoh orang beriman dalam kitab Pentateukh. 4.1.5. Melaksanakan proyek pembiasaan membaca dan merenungkan Taurat Tuhan. 1.2. Menghayati Firman Allah dalam kitab-kitab Sejarah 1.2.1. Menerima firman Allah dalam kitab-kitab Sejarah. 1.2.2. ๏ปฟ403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID c5HWpo5D9pIHh_ENcd4mNvi6f_c7FUx6Xp6GsqscF1Z9VuUWoxXZYg==
Allahmengijinkan Firaun untuk mengeraskan hatinya sendiri tetapi tindakan pengerasan itu adalah tindakan Firaun sendiri). Ay 19: a) Sama seperti dalam ay 14 di sini Paulus menanyakan pertanyaan yang ia tahu akan muncul dalam diri orang yang mendengar ajarannya tentang Predestinasi dan kedaulatan Allah yang baru ia ajarkan sampai dengan ay 18.
Jakarta - Kedaulatan dikenal juga dengan kekuasaan tertinggi. Dalam kedaulatan, terdapat empat sifat yang perlu siswa tahu. Apa saja?Kedaulatan berasal dari bahasa Arab yaitu kata "daulah" atau daulat yang berarti kekuasaan. Jadi kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi dalam suatu dalam Sumber Belajar Kemendikbud, negara merupakan sebuah organisasi di suatu wilayah memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati rakyat. Dengan demikian, negara yang berdaulat dapat diartikan sebagai negara yang memiliki kekuasaan tertinggi baik ke dalam maupun ke Bodin, filsuf politik Prancis yang mengenalkan konsep kedaulatan dalam bukunya The Six Bookes of a Commonweale menjelaskan ada empat sifat pokok kedaulatan. Keempat sifat itu adalah1. PermanenPermanen berarti kedaulatan tetap ada selama negara itu tetap AsliArtinya, kedaulatan tidak berasal dari kekuasaan lain yang lebih BulatMaksud bulat dalam kedaulatan adalah kedaulatan tidak dapat dibagi-bagi karena akan mengaburkan sifat kedaulatan sebagai kekuasaan Tidak terbatasTerakhir yakni tidak terbatas. Berarti kedaulatan tidak dapat dibatasi oleh apapun dan oleh KedaulatanKedaulatan sendiri memiliki lima teori yang diterapkan pada berbagai negara di dunia. Ini Kedaulatan TuhanMenurut teori Kedaulatan Tuhan, kekuasaan tertinggi dalam suatu negara hanya satu yaitu Tuhan. Oleh karena itu, negara dan pemerintah negara harus mewakili Tuhan dalam menjalankan hukum Tuhan di yang dikemukakan oleh Agustinus dan Thomas Aquino ini meyakini bahwa lahirnya suatu negara hanya dapat terjadi apabila dikehendaki oleh Tuhan. Ciri khas negara yang menganut paham ini adalah ia tidak membedakan urusan negara dari urusan agama, atau sebaliknya. Negara yang menganut paham ini dikenal juga dengan negara raja atau penguasa dianggap akan dianggap sebagai wakil Tuhan. Negara yang menganut teori ini adalah Kedaulatan NegaraTeori selanjutnya adalah teori Kedaulatan Negara. Menurut teori ini, kekuasaan tertinggi dalam suatu negara berada pada negara itu dipandang sebagai sumber kekuasaan. Kehendak negara dimuat dalam perundang-undangan dan dijadikan sebagai sumber hukum yang dibuat untuk kepentingan negara dan negara tidak dibatasi oleh hukum. Teori ini berkembang pada abad 15 dengan tokohnya Georg Jellinek. Adapun negara yang menganut Kedaulatan Negara adalah Rusia pada masa kepemimpinan Joseph Kedaulatan RajaKedaulatan Raja adalah teori kedaulatan di mana kekuasaan tertinggi dipegang oleh raja. Sebab, raja dianggap sebagai keturunan berkuasa secara mutlak atau absolut. Dengan demikian, raja dapat berbuat sesuai kehendaknya atau tirani dan tidak tunduk pada ini dicetuskan oleh Jean Bodin dan Hegel. Sementara contoh negara yang menganut Kedaulatan Raja adalah Prancis dan Jerman pada masa Adolf Kedaulatan HukumKemudian terdapat pula Kedaulatan Hukum. Kedaulatan Hukum artinya kekuasaan tertinggi dalam suatu negara adalah hukum. Oleh karena itu, negara, pemerintah, pengadilan, dan rakyat seluruhnya harus tunduk pada kekuasaan atau penyelenggara negara harus tunduk sepenuhnya kepada hukum. Tokoh teori ini adalah Krabbe, Immanuel Kant, dan Kedaulatan RakyatTeori kedaulatan terakhir adalah Kedaulatan Rakyat. Menurut teori ini, kedaulatan berada di tangan Rakyat dan negara menempatkan rakyat pada kedudukan yang menentukan jalannya pemerintahan sehingga peranan rakyat tidak dapat diabaikan. Oleh karena itu penyelenggara negara harus bertanggung jawab kepada rakyat. Indonesia adalah salah satu negara yang menerapkan kedaulatan ini. Simak Video "Survei SMRC Sifat yang Harus Dimiliki Capres Jujur-Perhatian ke Rakyat" [GambasVideo 20detik] nir/pal

IsiKitab: Kitab Mikha, terbagi atas 7 pasal. Di dalam Kitab ini kita dapat melihat hubungan kedaulatan Allah dengan hidup dan sejarah manusia. I. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Mikha. Pasal 1-3 (Mi ). Pemberitaan tentang hukuman atas Israel karena perbuatan dosanya

Firaun adalah salah satu manusia yang paling keji dan paling dilaknat di muka bumi. Manusia yang pernah mengaku-ngaku sebagai Rabb yang maha tinggi. Firโ€™aun berkata sebagaimana dalam Al-Quran,ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู†ูŽุง ุฑูŽุจูู‘ูƒูู…ู ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู„ูŽู‰Firโ€™aun berkata, โ€œAku adalah rabb kalian yang paling tinggiโ€. QS An Naziโ€™at 24.Firโ€™aun termasuk manusia yang binasa karena perbuatannya ini dengan tenggelam di lautan. Allah berfirman,ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุนูŽู„ูู…ู’ุชูŽ ู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ู‡ูŽุคูู„ูŽุงุกู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุจูŽุตูŽุงุฆูุฑูŽ ูˆูŽุฅูู†ูู‘ูŠ ู„ูŽุฃูŽุธูู†ูู‘ูƒูŽ ูŠูŽุง ููุฑู’ุนูŽูˆู’ู†ู ู…ูŽุซู’ุจููˆุฑู‹ุงMusa mengatakan, โ€œSesungguhnya kamu Firโ€™aum telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata. Sesungguhnya aku memiliki persangkaan kuat kamu, hai Firโ€™aun, merupakan seorang yang akan binasa. QS Al Israโ€™ 102.Bahkan Firโ€™aun mendapat hukuman khusus di alam kubur, yaitu ditampakkan neraka baginya sebagai tempat ia disiksa setiap pagi dan sore hari. Allah berfirman,ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูŠูุนู’ุฑูŽุถููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุบูุฏููˆู‘ุงู‹ ูˆูŽุนูŽุดููŠู‘ุงู‹ ูˆูŽูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุชูŽู‚ููˆู…ู ุงู„ุณู‘ูŽุงุนูŽุฉู ุฃูŽุฏู’ุฎูู„ููˆุง ุขู„ูŽ ููุฑู’ุนูŽูˆู’ู†ูŽ ุฃูŽุดูŽุฏู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฐูŽุงุจู Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat dikatakan kepada malaikat โ€œMasukkanlah Firโ€™aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat kerasโ€. QS Al Muโ€™min 46Firโ€™aun mendustakan Rabb Nabi Musa โ€™alahissalam berada di langitFirโ€™aun meminta orang dekatnya yaitu Haman untuk membangun bangunan yang tinggi agar ia bisa melihat Rabb nabi Musa, karena Firโ€™aun menuduh nabi Musa telah berdusta ketika mengatakan Rabbnya ada di atas Taโ€™ala berfirman,37 ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ููุฑู’ุนูŽูˆู’ู†ู ูŠูŽุง ู‡ูŽุงู…ูŽุงู†ู ุงุจู’ู†ู ู„ููŠ ุตูŽุฑู’ุญู‹ุง ู„ูŽุนูŽู„ู‘ููŠ ุฃูŽุจู’ู„ูุบู ุงู„ู’ุฃูŽุณู’ุจูŽุงุจูŽ 36 ุฃูŽุณู’ุจูŽุงุจูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ููŽุฃูŽุทู‘ูŽู„ูุนูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุฅูู„ูŽู‡ู ู…ููˆุณูŽู‰ ูˆูŽุฅูู†ู‘ููŠ ู„ูŽุฃูŽุธูู†ู‘ูู‡ู ูƒูŽุงุฐูุจู‹ุงโ€œDan berkatalah Firโ€™aun โ€œHai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, yaitu pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Rabb Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendustaโ€.โ€ QS. Al Muโ€™min 36-37Dalam ayat yang lain,ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ููุฑู’ุนูŽูˆู’ู†ู ูŠูŽุขุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽู„ุฃู ู…ูŽุงุนูŽู„ูู…ู’ุชู ู„ูŽูƒูู… ู…ู‘ูู†ู’ ุฅูู„ูŽู‡ู ุบูŽูŠู’ุฑููŠ ููŽุฃูŽูˆู’ู‚ูุฏู’ ู„ููŠ ูŠูŽุงู‡ูŽุงู…ูŽุงู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุทู‘ููŠู†ู ููŽุงุฌู’ุนูŽู„ ู„ู‘ููŠ ุตูŽุฑู’ุญู‹ุง ู„ู‘ูŽุนูŽู„ู‘ููŠ ุฃูŽุทู‘ูŽู„ูุนู ุฅูู„ูŽู‰ ุฅูู„ูŽู‡ู ู…ููˆุณูŽู‰ ูˆูŽุฅูู†ู‘ููŠ ู„ุฃูŽุธูู†ู‘ูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุงุฐูุจููŠู†ูŽโ€œDan berkata Firโ€™aun โ€œHai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendustaโ€.โ€ QS. Al Qashash 38Ahli Tafsir At-Thabari menjelaskan bahwa Firโ€™aun mendustakan nabi Musa yang telah mengklaim memiliki Rabb yaitu Allah di langit, beliau berkata,ูˆู‚ูˆู„ู‡ ูˆุฅู†ูŠ ู„ุฃุธู†ู‡ ูƒุงุฐุจุง ูŠู‚ูˆู„ ูˆุฅู†ูŠ ู„ุฃุธู† ู…ูˆุณู‰ ูƒุงุฐุจุง ููŠู…ุง ูŠู‚ูˆู„ ูˆูŠุฏุนูŠ ู…ู† ุฃู† ู„ู‡ ููŠ ุงู„ุณู…ุงุก ุฑุจุง ุฃุฑุณู„ู‡ ุฅู„ูŠู†ุงโ€œMakna ayat perkataan Firโ€™aun sesungguhnya aku memandangnya Musa seorang pendustaโ€™ yaitu Firโ€™aun menuduh Musa telah berdusta karena mengklaim memiliki Rabb di langit yang mengutus Musa kepada Firโ€™aun dan tentaranya.โ€ Tafsir At-ThabariDemikian juga penjelasan dari Ibnu Kastir, beliau berkata,ูˆู‡ุฐุง ู…ู† ูƒูุฑู‡ ูˆุชู…ุฑุฏู‡ ุŒ ุฃู†ู‡ ูƒุฐุจ ู…ูˆุณู‰ ููŠ ุฃู† ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุนุฒ ูˆุฌู„ โ€“ ุฃุฑุณู„ู‡ ุฅู„ูŠู‡โ€œIni adalah kekafiran dari Firโ€™aun dan ketidakpatuhannya ngeyel -dalam bahasa jawa. Firโ€™aun mendustakan Musa bahwa Allah telah mengutusnya kepada Firโ€™aun.โ€ Tafsir Ibnu KatsirDalil mengenai Allah berada di atas langit sangat banyak. Kita diperintahkan menyakininya tanpa harus bertanya-tanya bagaimana hakikatnya karena indra dan ilmu manusia tidak mampu untuk Firโ€™aun percaya Allah di atas langit akan tetapi karena nafsu dan sombong, ia mendustakannya. Allah menegaskan hal ini dalam Al-Quran,ูˆูŽุฌูŽุญูŽุฏููˆุง ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽุงุณู’ุชูŽูŠู’ู‚ูŽู†ูŽุชู’ู‡ูŽุข ุฃูŽู†ููุณูู‡ูู…ู’ ุธูู„ู’ู…ู‹ุง ูˆูŽุนูู„ููˆู‘ู‹ุง ููŽุงู†ุธูุฑู’ ูƒูŽูŠู’ููŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽุงู‚ูุจูŽุฉู ุงู„ู’ู…ููู’ุณูุฏููŠู†ูŽโ€œDan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan mereka padahal hati mereka meyakini kebenarannya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.โ€ QS. An Naml 14.Silahkan baca tulisan kami berikut terkait Allah berada di atas langit Menjawab Pertanyaan โ€œDi manakah Allah?โ€Demikian semoga bermanfaat Yogyakarta TercintaPenyusun Raehanul Bahraen Artikel
Pokokpikiran yang keempat, yang terkandung dalam "pembukaan" ialah negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Oleh karena itu Undang-undang Dasar harus mengandung isi yang mewajibkan Pemerintah dan lain-lain penyelenggara Negara, untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan
Alex4511 Alex4511 PPKn Sekolah Menengah Pertama terjawab โ€ข terverifikasi oleh ahli Iklan Iklan Rflys26 Rflys26 Kedaulatan Tuhan Adalah pemerintah suatu negara diberi amanat Dan kekuasaan oleh Tuhan, oleh Karena itu pemerintah wajib meneruskan kekuasaan itu kepada rakyat sesuai dengan perintah Tuhan. Iklan Iklan Pertanyaan baru di PPKn contoh Kerjasama di bidang Hukumโ€‹ untuk mencegah terjadinya disintegrasi atau perpecahan dalam masyarakat hal ini dapat diwujudkan dalam contoh perilaku di dalam kehidupan sehari-hari โ€ฆ misalnya.....?a. ikut melaksanakan ibadah umat agama lainb. membayar membayar pajak sesuai dengan tanggalnyac. bekerja keras untuk kesejahteraan keluargad. menjaga keamanan dan ketertiban saat umat lain merayakan hari raya agamanyaโ€‹ tujuan dari organisasi Budi Utomo adalah....?A. mempersatukan bangsa JawaB. mempertinggi derajat bangsa IndonesiaC. membebaskan Indonesia dari kemiski โ€ฆ nanD. persamaan hak dan warga negaraโ€‹ sikap materi mautan peraturan perundang-undangan harus mencerminkan perlindungan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia hal ini merupakan asas ya โ€ฆ ng terkandung dalam materi maupun perundang-undangan yaitu...?A. kebangsaanB. kekeluargaan C. pengayomanD. kenusantaraanโ€‹ Pemungutan suara terbanyak dalam musyawarah disebut... Sebelumnya Berikutnya Iklan Sekilas sepertinya penafsiran ini memiliki bukti yang kuat. Karena di pasal ini Paulus secara jelas mengatakan bahwa Allah "menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya."(ay. 18).Paulus juga memberikan ilustrasi mengenai kedaulatan Allah dalam memilih dengan mengacu pada pilihan Allah atas Ishak daripada Ismael (9:7-8) dan Yakub Teori kedaulatan Tuhan adalah teori yang paling tua dari jenis-jenis teori kedaulatan lainnya. - Kali ini kita akan membahas tentang teori kedaulatan Tuhan dan definisinya. Teori kedaulatan Tuhan adalah teori yang paling tua dari jenis-jenis teori kedaulatan lainnya. Teori ini menjelaskan tentang Tuhan yang memiliki kuasa terhadap segala hal baik itu alam, manusia, dan apa saja di muka bumi ini. Pengertian Teori Kedaulatan Secara etimologi, kedaulatan sendiri memiliki arti kekuasaan tertinggi yang diambil dari bahasa Arab yaitu daulah atau kekuasaan. Sedangkan di dalam Bahasa Latin, supremus yang artinya tertinggi. Kedaulatan ini berhubungan atau memiliki kaitan dengan negara dan pemerintah. Sehingga hampir semua ahli tata negara membahas mengenai teori kedaulatan ini, terlebih tentang sumber kekuasaan negara. Plato mengatakan bahwa sumber kekuasaan negara adalah bukan dari pangkat, kedudukan, jabatan, harta, dan dewa. Plato pun membedakan kekuasaan negara menjadi dua bagian, yakni pathein dan bia. Pathein adalah suatu kekuasaan negara yang memiliki fungsi untuk mempunyai kewenangan dalam mengatur urusan yang ada di dalam negeri dengan cara persuasi. Baca Juga Bagaimana Pelaksanaan Kedaulatan Tuhan? Begini Penjelasannya Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan 2 Satu Langkah Ke arah Ini. Buku ini, dihidangkan kepada pencari kebenaran, adalah dengan niat untuk membuka satu langkah ke arah menjawab persoalan dalam isu metafizik yang dinyatakan dalam al-Qur'an. Pengarang tidak mendakwa langkah ini merupakan langkah yang sempurna, bebas dari sebarang kesalahan atau kekurangan. Seluruh isi Alkitab menyatakan kedaulatan Allah. Kedaulatan Allah dalam memilih umat, memilih manusia, dalam memberi janji dan perintah, dalam memberkati dan mengutuk. Dan dari seluruh Alkitab, kita bisa belajar bahwa kedaulatan Allah adalah mutlak, tidak tergantung waktu atau kondisi, tidak terpengaruh objek, dan Allah bebas menentukan dan menjalankan kehendak-Nya. Apa Kata Alkitab mengenai Kedaulatan Allah? Mari kita melihat beberapa ayat Alkitab yang menunjukkan kedaulatan Allah. Allah kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya! Mazmur 1153 โ€ฆIa [Allah] berbuat menurut kehendak-Nya terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi; dan tidak ada seorang pun yang dapat menolak tangan-Nyaโ€ฆ Daniel 435 Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemashyuran dan keagung, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. 1 Tawarikh 2911 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia; Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Roma 1136 Dari beberapa ayat Alkitab di atas kita dapat merangkum makna kedaulatan Allah. Pertama, kedaulatan-Nya meliputi segala bumi. Tidak ada yang dapat berada di luar kedaulatan-Nya. Allah yang menciptakan segalanya, Allah yang berdaulat dan berkuasa atas segalanya. Kedua, kedaulatan-Nya adalah absolut. Tidak ada yang bisa membatasi atau menggagalkan kedaulatan dan rencana Allah. Ketiga, kedaulatan-Nya tidak berubah. Allah berdaulat dan berkuasa atas segalanya dan kedaulatan itu kekal. Implikasi dalam Kehidupan Memahami Kedaulatan Allah Setelah memahami arti kedaulatan Allah, apa implikasinya dalam kehidupan kita? Setidaknya ada 2 implikasinya atas hidup manusia. Pertama, kita mesti memaknai dan menghargai kedaulatan Allah dalam hidup. Kedaulatan-Nya mencakup segalanya, termasuk juga diri kita sendiri. Allah yang menciptakan kita, Allah yang berdaulat penuh atas hidup kita. Yesus sendiri dalam doa-Nya di Taman Getsemani juga menegaskan kedaulatan Allah dalam hidup. โ€œโ€ฆtetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.โ€ Matius 2639 Hidup kita bukanlah untuk kita sendiri, namun untuk memuliakan Allah sang pencipta hidup. Biarlah Allah berdaulat dan berkuasa atas hidup kita, biarlah segala kehendak Allah yang jadi, bukan kehendak saya. Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu, kepada-Nya haruslah engkau beribadah dan berpaut, dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah. Dialah pokok puji-pujianmu dan Dialah Allahmu, yang telah melakukan di antaramu perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat, yang telah kaulihat dengan matamu sendiri. Ulangan 1020-21 Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamuโ€ฆ Keluaran 1012 Kedua, tidak ada yang terjadi tanpa ijin Allah. Ini yang menjadi pengharapan dalam hidup. Meskipun sulit dan banyak tantangan, namun kita yakin bahwa semua terjadi dalam rencana Allah, dan pasti ada hikmah di balik semuanya itu. Karya keselamatan Allah melalui sengsara dan kematian Yesus di kayu salib membuktikan kepada kita segalanya terjadi atas seijin Allah. Allah berdaulat atas rakyat dan penguasa, berkuasa atas dosa, dan menang atas kematian. Atas kedaulatan Allah jugalah kita diampuni, dibebaskan dari dosa, dan diajak ke dalam ke hadirat-Nya yang kudus. Sumber gambar Recommended for you OtoritasTuhan dan fakta akan kedaulatan Tuhan atas nasib manusia adalah hal yang terpisah dari kehendak manusia, yang tidak berubah menuruti kemauan dan pilihan manusia. Otoritas Tuhan berada di segala tempat, pada setiap jam, dan setiap saat. Kalaupun langit dan bumi musnah, otoritas-Nya tidak akan hilang, karena Ia adalah Tuhan itu Sendiri Berdasarkan sejarahnya, teori kedaulatan tuhan merupakan teori kedaulatan yang paling tua daripada jenis teori kedaulatan lainnya. Di dalam teori kedaulatan tuhan, tuhanlah yang memiliki kuasa terhadap segala hal, baik itu alam, manusia, dan apapun yang ada di muka bumi ini. Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas lebih lengkap mengenai kedaulatan tuhan dan beberapa jenis teori kedaulatan lain. Namun sebelum itu, yuk kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan teori kedaulatan. Pengertian Teori KedaulatanDefinisi Kedaulatan TuhanTeori Kedaulatan TuhanJenis-jenis Teori Kedaulatan1. Teori Kedaulatan Raja2. Teori Kedaulatan Rakyat3. Teori Kedaulatan Negara4. Teori Kedaulatan HukumKategori BiografiMateri Terkait Sebelum membahas lebih lanjut mengenai teori kedaulatan tuhan dan jenis teori kedaulatan lainnya, kita akan membahas terlebih dulu mengenai pengertian dari kedaulatan itu sendiri. Jadi, secara etimologi, kedaulatan memiliki arti kekuasaan tertinggi dan diambil dari Bahasa Arab yakni daulah yang artinya kekuasaan. Sedangkan di dalam Bahasa Latin, supremus yang artinya tertinggi. Apabila di dalam Bahasa Latin kedautalan itu supremus dan artinya tertinggi, maka di dalam Bahasa Inggris, kedaulatan adalah souveregnty, lalu di dalam Bahasa Jerman adalah soyvereniteit, dan di dalam Bahasa Belanda adalah souveranete. Sementara itu, di dalam Bahasa Indonesia yang diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, kedaulatan memiliki arti kekuasaan tertinggi atas pemerintahan negara, daerah, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, kedaulatan merupakan kekuasaan tertinggi yang ada di dalam sebuah negara dan dijalankan oleh sistem pemerintahan yang ada di negara tersebut. Seperti yang kita pahami bahwa kedaulatan berhubungan atau mempunyai kaitan dengan negara atau pemerintah. Sehingga hampir semua ahli tata negara membahas mengenai teori kedaulatan ini, terlebih tentang sumber kekuasaan negara. Pada dasarnya, pembahasan mengenai kedaulatan yang ada di suatu negara sudah terjadi sangat lama, terutama dikalangan ahli tata negara. Dikutip dari sebuah buku yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berjudul Tunduk pada Negara Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan PPKn Paket B kELAS ix, Plato mengatakan bahwa sumber kekuasaan negara adalah bukan pangkat, kedudukan, ataupun jabatan, juga bukan harta yang dimiliki serta kekayaan, dan bukan juga dewa atau apa saja yang dianggap ilahi. Plato merupakan seorang pemikir ketatanegaraan yang berasal dari Yunani. Tak hanya itu saja, dikutip dari buku yang sama, Plato juga membedakan kekuasaan negara menjadi dua bagian, yakni pathein dan bia. Pathein merupakan suatu kekuasaan negara yang memiliki fungsi untuk mempunyai kewenangan dalam mengatur urusan yang ada di dalam negeri dengan cara persuasi. Sementara bia merupakan suatu kekuasaan negara yang berfungsi untuk mengurus urusan luar negeri dan biasanya disebut dengan istilah kedaulatan ke luar. Berbeda dengan gurunya yakni Aristoteles yang merupakan seorang murid dari Plato mengungkapkan sumber kekuasaan negara berasal dari hukum. Dikutip dari sebuah buku yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan judul Tunduk pada Negara Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan PPKn Plato mengatakan bahwa hukum yang dijadikan sebagai sumber kekuasaan negara akan mewujudkan berbagai hal diantaranya yaitu 1. Hukum bisa menumbuhkan moralitas yang terpuji dan juga keadaban yang tinggi, baik untuk yang memerintah atau yang diperintah. 2. Dengan adanya moralitas yang tinggi, maka kita bisa mencegah supaya pemerintah tidak berlaku seenaknya atau sewenang-wenangnya. 3. Apabila pemerintah tidak berlaku seenaknya atau tugas yang mereka jalankan tidak menyimpang, maka pemerintah akan memperoleh sambutan yang positif dari warna negaranya. 4. Dengan sistem pemerintahan yang baik dan benar serta tugas yang dijalankan tidak menyimpang, maka akan memunculkan keharmonisan antara pemerintah dan juga warga negara. Hal yang harus digarisbawahi dalam kedaulatan negara yaitu tujuan dari kedaulatan negara itu sendiri. Untuk tujuan utama dari terbentuknya suatu kedaulatan negara adalah kesejahteraan umum. Di dalam suatu kedaulatan negara, tentunya akan ada pemegang kdaulatan atau seseorang yang memegang kekuasaan tertinggi dalam sebuah negara. Definisi Kedaulatan Tuhan Kedaulatan tuhan merupakan sebuah kedaulatan yang mana kekuasaan tertinggi dari suatau negara dipegang oleh raja, yang dianggap sebagai keturunan dewa atau raja. Oleh karena itu, negara dan juga pemerintah harus mewakili Tuhan dalam menjalankan semua hukum Tuhan di dunia ini. Adapun negara yang menganut paham ini disebut dengan negara teokrasi. Misalnya saja yaitu Belanda dan Swis pada masa pemerintahan pengikut Calvin. Teori Kedaulatan Tuhan Teori kedaulatan tuhan merupakan sebuah teori yang dicetuskan oleh penganut-penganut teori teokrasi. Sebagian dari pendapat mereka sebenarnya hampir sama. Tuhan ditetapkan sebagai pemilik kekuasaan tertinggi. Namun, persoalan yang diperdebatkan yaitu siapa di dunia ini yang bisa mewakili Tuhan, Raja atau Paus? Menurut Agustinus 354-430 M beranggapan bahwa Paus merupakan orang yang bisa mewakili Tuhan di dunia, atau di suatu negara. Pemikirannya ini tertulis di dalam sebuah karya tulisnya yang diberi judul City of God atau Kerajaan Tuhan. Kemudian menurut Thomas Aquinas 1225-1274M dengan teori barunya yang ada di dalam kedaulatan tuhan. Ia mencetuskan sebuah teori bawh kekuasaan raja dan juga Paus itu sebenarnya sama, hanya saja perbedaannya ada di tugasnya saja, yakni raja di lapangan keduniawian, sementara Paus di lapangan keagamaan. Menurut Marisilus 1280-1343 M mengajarkan tentang teori baru yakni kekuasaan tidak dimiliki oleh seorang Paus, namun dimiliki oleh negara atau raja. Menurut ajaran Marsilius, raja merupakan wakil dari Tuhan untuk melaksanakan kedaulatan ataupun memegang kedaulatan di dunia ini. Perkembangan tersebut sejalan dengan perkembangan agama baru pada saat itu, yakni agama Kristen, yang mana diorganisir pihak gereja yang dikepalai oleh Paus. Pada saat itu, negara-negara yang ada di Eropa dijalankan oleh dua organisasi kenegaraan, yakni pihak gereja yang dikepalai oleh Paus, dan juga pihak negara yang dikepalai oleh raja-raja sesuai dengan daerahnya masing-masing. Hal tersebut disebabkan oleh agama Kristen yakni agam resmi negara-negara di Eropa pada saat itu setelah adanya perjuangan yang kuat dari pihak gereja dalam menyebarkan agama Kristen melawan kepercayaan patheisme atau paganisme yang dipegang oleh raja-raja yang menilai bahwa Kristen akan mengancam kewibawaan raja. Ketika Kristen berhasil menjadi agama resmi di negara-negara yang ada di Eropa, gereja mulai memperoleh kekuasaan dalam mengatur negara, bukan hanya urusan keagamaan saja, tapi juga urusan keduniawian. Maka tidak jarang terjadi dua peraturan dalam satu hal. Satu peraturan yang berasal dari raja, dan kedua peraturan berasal dari gereja. Selama peraturan tersebut tidak berbenturan, maka tidak akan menjadi masalah. Namun, bila kedua peraturan tersebut saling bertentangan, maka akan terjadi masalah, peraturan manakah yang harus dipatuhi. Maka dari itu, peraturan yang paling tinggilah yang akan diterapkan. Masalah inilah yang kemudian menjadi penyebab munculnya perdebatan mengenai kedaulatan tuhan. Kemudian dengan munculnya teori yang dibawa oleh Marsilius, pemerintahan di Eropa menjadi berubah. Dulu, sebuah pemerintah akan sangat menghormati pihak gereja Catolik Roma, namun sekarang berubah menjadi pemerintahan yang diperintah oleh raja yang mana kekuasaannya digerakkan dengan cara absolut. Sebab, seorang raja tidak merasa bertanggung jawab kepada siapapun kecuali Tuhan. Mereka merasa berhak untuk melakukan apapun, dimana kenyataan tersebut tampak jelas pada zaman renaissance. Jenis-jenis Teori Kedaulatan Jenis teori kedaulatan bukan hanya teori kedaulatan tuhan saja, tapi masih ada beberapa jenis teori kedaulatan lain seperti teori kedaulatan raja, rakyat, negara, dan hukum. Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis teori kedaulatan tersebut, antara lain 1. Teori Kedaulatan Raja Jenis teori kedaulatan yang pertama adalah teori kedaulatan raja. Seperti yang kita pahami bahwa kedaulatan di suatu negara pasti ada pemegang kekuasaannya. Berdasarkan teori tersebut, kekuasaan tertinggi di suatu negara berada di tangan raja. Oleh sebab itu, raja akan sangat berperan penting dalam membuat peraturan dan mengatur rakyatnya. Hal tersebut sangat penting untuk dilakukan oleh raja supaya rakyatnya sejahtera. Sehingga negara tersebut dapat berdiri dengan kokoh dan kuat. Oleh karena itu, sebuah negara yang menganut kedaulatan raja ini kerap dikatakan sebagai negara monarki. Di dalam teori kedaulatan ini, rakyat akan mempercayakan raja untuk membuat berbagai macam aturan yang berhubungan dengan sistem tata negara. Dengan kata lain, rakyat akan dipaksa untuk mengikuti semua aturan yang sudah ditetapkan oleh raja. Namun, di zaman sekarang ini, kedaulatan raja sudah mulai ditinggalkan oleh beberapa negara dengan alasan karena kedaulatan raja dapat memunculkan sebuah kekuasaan yang absolut atau bahkan dapat menyebabkan sistem otoriter di dalam suatu negara. Walaupun sudah mulai ditinggalkan oleh beberapa negara, seperti Jerman dan Perancis, pada masa pemerintahan Hitler, namun saat ini masih ada beberapa negara yang menggunakan kedaulatan raja di dalam sistem pemerintahannya. Untuk negara-negara yang masih menggunakan kedaulatan raja antara lain Thailan, Brunei Darussalam, dan lain sebagainya. Negara Thailand dan juga Brunei Darussalam memang menggunakan sistem pemerintahan raja, namun dalam menjalankan setiap tugas negara, mereka masih dibandtu oleh perdana menteri. Untuk penemu dan juga pelopor dari teori kedaulatan raja ini yaitu Niccolo Machiavelli. Ia mengungkapkan teori yang satu ini melalui karyanya yang berjudul II Principle. Menuru Niccollo, menganggap bahwa raja adalah seorang pemegang kekuasaan yang mutlak dalam suatu negara. Sementara untuk beberapa tokoh yang menganut kedaulatan raja ini yaitu Thomas Hobbes, Jean Bodin, dan juga F. Hegel. 2. Teori Kedaulatan Rakyat Jenis teori kedaulatan berikutnya adalah teori kedaulatan rakyat. Teori kedaulatan rakyat merupakan sebuah teori yang mengatakan bahwa kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Walaupun kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat, namuan negara masih dipimpin oleh seroang pemimpin negara dan yang menjalankan sistem pemerintahan tetap diwakilkan oleh wakil rakyat. Para wakil rakyat tersebut ada di sebuah lembaga eksekutif dan juga lembaga legislatif. Adapun negara yang menganut sistem kedaulatan rakyat ini, maka setiap pemimpin negara dan juga wakil rakyatnya akan dipilih langsung oleh rakyat. Karena pemimpin dan juga wakil rakyat dipilih oleh rakyat, maka mereka wajib untuk melindungi hak-hak wakyat dan selalu mendengarkan aspirasi rakyat saat membuat suatu kebijakan ataupun aturan negara. Negara-negara yang menganut kedaulatan rakyat ini kerap disebut sebagai negara demokrasi. Pada negara yang menganut sistem demokrasi ini, warga negaranya berhak melakukan protes apabila kebijakan ataupun aturan yang dibuat oleh negara tidak sesuai dengan aspirasi rakyat ataupun hanya menguntungkan pihak tertentu saja. Untuk negara-negara yang menggunakan kedaulatan rakyat adalah Indonesia, Perancis, Amrika Serikat, dan lain sebagainya. Setiap negara yang menerapkan kedaulatan ini akan melaksanakannya atau menerapaknnya sesuai dengan ideologi masing-masing negara. Teori kedaulatan ini pertama kali ditemukan oleh beberapa tokoh, antara lain Johannes Althusius, Moestesquieu, Jean Jacques Rousseau, dan John Locke. 3. Teori Kedaulatan Negara Jenis teori kedaulatan selanjutnya adalah teori kedaulatan negara. Dimana teori kedaulatan negara ini merupakan teori yang menjelaskan bahwa kekuasaan tertinggi di suatu negara berasal dari kedaulatan negara. Menurut teori yang satu ini, negara memiliki hak untuk membuat sebuah aturan hukum yang berguna untuk menjaga keteraturan yang ada di dalam sebuah negara. Namun, hal yang perlu diperhatikan pada aturan hukum berdasarkan teori ini adalah negara mempunyai kedudukan terteuinggi dibandingkan dengan aturan hukum itu sendiri. Hal itu dikarenakan hukum merupakan sesuatu aturan yang dibuat oleh negara. Para pemimpin yang menggunakan teori ini ketika memimpin negaranya, umumnya mereka merupakan seorang diktator. Para pemimpin diktator ini akan berusaha untuk mendominasi sistem pemerintahan. Beberapa pemimpin diktator dapat kita temukan pada masa kepemimpinan Hitler, Raja Louis IV, dan juga Stain. Pada waktu itu, Hitler sangat mendominasi sistem pemerintahan yang ada di Jerman. Sementara Stain menjadi pemimpin diktator saat memimpin negara Rusia. Raja Louis IV ini adalah pemimpin diktator saat memimpin pemerintahan Perancis. Beberapa tokoh yang menganut teori kedaulatan ini adalah Paul Laband dan George Jelinek. Paul Laband lahir pada tahun 1879 dan meninggal dunia pada tahun 1958. Sementara George Jelinek lahir pada tahun 1851 dan meninggal dunia pada tahun 1911. 4. Teori Kedaulatan Hukum Jenis teori kedaulatan berikutnya adalah teori kedaulatan hukum. Dimana teori kedaulatan huku ini merupakan teori yang menjelaskan bahwa kekuasaan tertinggi di suatu negara ada di aturan hukum yang berlaku saat itu. Dengan kata lain, pada negara yang menganut kedaulatan hukum, maka hukum tersebut bisa dikatakan sebagai suatu landasan ataupun acuan dari kekuasaan dalam negara. Aturan hukum yang ada di sebuah negara kedaulatan hukum akan berjalan dengan baik apabila semua warna negara menaati aturan hukum tersebut, tidak terkecuali para pemimpin atau pemegang kekuasaan. Setiap warga negara yang melanggar hukum akan memperoleh sanksi yang telah ditetapkan di dalamaturan hukum tersebut. Teori kedaulatan hukum ini dianut oleh beberapa negara seperti Swiss, Indonesia, dan lainnya. Sedangkan beberapa tokoh yang menganut teori ini antara lain Immanuel Kant, Leon Duguit, Hugo de Groot, dan Krabbe. Seperti yang kita pahami bahwa setiap negara tentunya akan memilih teori kedauatannya sendiri sesuai dengan karakteristik dan juga ideologi dari negara itu sendiri. Setiap teori kedaulatan selalu berguna untuk mensejahterakan rakyatnya, meski ada beberapa teori yang sangat rentan memunculkan pemerintahan yang otoriter. Namun, teori-teori yang berpotensi menyebabkan terjadinya pemerintahan yang otoriter sudah mulai ditinggalkan oleh banyak negara. Bagi Grameds yang ingin mengetahui secara lebih mendalam tentang teori kedaulatan lainnya dapat membaca buku-buku terkait dengan mengunjungi Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi LebihDenganMembaca. ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
DefinisiKedaulatan Tuhan. Kedaulatan tuhan adalah dimana kekuasaan tertinggi suatu negara , di pegang oleh raja, yang di klaim sebagai keturunan dewa atau raja. Oleh sebab itu, negara dan pemerintah negara harus mewakili Tuhan di dalam menjalankan hukum Tuhan di dunia. Negara yang menganut paham kedaulatah Tuhan disebut negara teokrasi.

Tidak Seorang pun Dapat Mengubah Fakta bahwa Tuhan Berdaulat atas Nasib Manusia Sederhananya, di bawah otoritas Tuhan, setiap orang secara aktif atau pasif menerima kedaulatan dan penataan-Nya, dan tidak peduli bagaimana seseorang bergumul dalam perjalanan hidupnya, tidak peduli seberapa bengkok jalan yang ia tapaki, pada akhirnya ia akan kembali kepada orbit nasib yang telah digariskan oleh Sang Pencipta terhadap dirinya. Inilah otoritas Sang Pencipta yang tidak terlampaui, inilah cara otoritas-Nya mengendalikan dan menguasai alam semesta. Sifat tidak terlampaui ini, wujud kendali dan pimpinan ini, yang bertanggung jawab atas hukum-hukum yang mengatur kehidupan segala hal, yang memungkinkan manusia berpindah-pindah berulang kali tanpa kendala, yang membuat dunia berputar secara teratur dan bergerak maju, hari demi hari, tahun demi tahun. Engkau sekalian telah menyaksikan semua fakta ini dan memahaminya, baik secara dangkal maupun mendalam; kedalaman pemahamanmu bergantung pada pengalaman dan pengetahuanmu akan kebenaran, serta pengenalanmu akan Tuhan. Seberapa baik engkau mengetahui realitas kebenaran, seberapa jauh engkau telah mengalami firman Tuhan, seberapa baik engkau mengenal hakikat dan watak Tuhanโ€”hal-hal tersebut menunjukkan kedalaman pemahamanmu akan kedaulatan dan penataan Tuhan. Apakah keberadaan kedaulatan dan penataan Tuhan bergantung pada ketundukan manusia terhadapnya? Apakah fakta bahwa Tuhan memiliki otoritas demikian ditentukan oleh ketundukan manusia terhadapnya? Otoritas Tuhan ada terlepas dari segala kondisi dan keadaan; dalam situasi apa pun, Tuhan memerintah dan menata nasib setiap manusia dan segala hal lain berdasarkan pikiran-Nya dan keinginan-Nya. Ini hal yang tidak akan berubah hanya karena manusia berubah. Ini terpisah dari kehendak manusia, tidak bisa dipengaruhi oleh perubahan waktu, ruang, dan geografi, karena otoritas Tuhan itu sendirilah hakikat-Nya. Apakah manusia mampu mengenal dan menerima kedaulatan Tuhan, dan apakah ia dapat tunduk terhadap kedaulatan tersebut, ini sama sekali tidak mengubah fakta akan kedaulatan Tuhan terhadap nasib manusia. Dengan kata lain, tidak peduli bagaimana sikap manusia terhadap kedaulatan Tuhan, itu tidak dapat mengubah fakta bahwa Tuhan berdaulat atas nasib manusia dan atas segala hal. Bahkan bila engkau tidak tunduk kepada kedaulatan Tuhan, Ia masih memimpin nasibmu; bahkan bila engkau tidak mengenal kedaulatan-Nya, otoritas-Nya tetap ada. Otoritas Tuhan dan fakta akan kedaulatan Tuhan atas nasib manusia adalah hal yang terpisah dari kehendak manusia, yang tidak berubah menuruti kemauan dan pilihan manusia. Otoritas Tuhan berada di segala tempat, pada setiap jam, dan setiap saat. Kalaupun langit dan bumi musnah, otoritas-Nya tidak akan hilang, karena Ia adalah Tuhan itu Sendiri, Ia memiliki otoritas yang unik, otoritas-Nya tidak dibatasi atau dilarang oleh orang-orang, peristiwa, ruang atau geografi. Sepanjang waktu Tuhan memegang otoritas-Nya, menunjukkan kekuatan-Nya, melanjutkan pekerjaan pengelolaan-Nya seperti biasa; sepanjang waktu Ia memerintah di atas segala hal, membekali segala hal, mengatur segala hal, sebagaimana yang selalu Ia lakukan. Tidak ada yang dapat mengubahnya. Inilah fakta; kebenaran yang tidak pernah berubah sejak permulaan waktu! Sikap dan Penerapan yang Benar bagi Seseorang yang Ingin Tunduk kepada Otoritas Tuhan Dengan sikap seperti apa seharusnya manusia sekarang mengenal dan memandang otoritas Tuhan beserta fakta akan kedaulatan Tuhan atas nasib manusia? Inilah masalah nyata yang menghadang setiap orang. Ketika menghadapi masalah kehidupan sebenarnya, bagaimana harusnya engkau mengenal dan memahami otoritas Tuhan dan kedaulatan-Nya? Ketika engkau tidak tahu bagaimana memahami, mengatasi dan mengalami masalah-masalah ini, sikap bagaimana yang harus engkau ambil untuk menunjukkan niat, keinginan, dan realitas ketundukanmu terhadap kedaulatan dan penataan Tuhan? Pertama-tama, engkau harus belajar menunggu; selanjutnya engkau harus belajar mencari; kemudian engkau harus belajar tunduk. "Menunggu" berarti menunggu waktu Tuhan, menanti orang-orang, peristiwa, dan hal-hal yang telah ia atur bagimu, menanti kehendak-Nya untuk secara bertahap terungkap sendiri bagimu. "Mencari" berarti mengamati dan memahami kehendak bijaksana-Nya atasmu melalui orang-orang, peristiwa, dan hal-hal yang telah Ia tata, lalu memahami kebenaran melalui mereka, mengerti apa yang harus dicapai manusia dan jalan-jalan yang harus ia jaga, mengerti hasil seperti apa yang ingin diperoleh Tuhan di dalam manusia dan pencapaian seperti apa yang ingin Ia dapatkan dalam manusia. "Tunduk," tentunya, merujuk pada tindakan menerima orang-orang, peristiwa, dan hal-hal yang telah Tuhan atur, menerima kedaulatan-Nya, dan oleh hal-hal tersebut menjadi tahu bagaimana Tuhan mengatur nasib manusia, menjadi tahu bagaimana Ia membekali manusia dengan hidup-Nya, bagaimana Ia memasukkan kebenaran dalam manusia. Segala hal di bawah penataan dan kedaulatan Tuhan patuh terhadap hukum-hukum alam, dan apabila engkau memutuskan untuk membiarkan Tuhan menata dan mengatur semuanya bagimu, engkau harus belajar menunggu, engkau harus belajar mencari, dan engkau harus belajar tunduk. Inilah tindakan yang harus diambil oleh setiap orang yang ingin tunduk kepada otoritas Tuhan, inilah kualitas dasar yang harus dimiliki setiap orang yang ingin menerima kedaulatan dan penataan Tuhan. Demi mendapatkan sikap demikian, memiliki kualitas demikian, engkau sekalian harus bekerja lebih keras; dan hanya dengan begitu engkau sekalian dapat memasuki realitas sejati.

ddp5jfV.
  • byod7rquox.pages.dev/89
  • byod7rquox.pages.dev/471
  • byod7rquox.pages.dev/159
  • byod7rquox.pages.dev/309
  • byod7rquox.pages.dev/335
  • byod7rquox.pages.dev/359
  • byod7rquox.pages.dev/148
  • byod7rquox.pages.dev/457
  • jelaskan kedaulatan tuhan atas tindakan firaun